Advertisement
,

PT. SPRH Perseroda MoU Bersama ILUNI UI Pusat Dukung Program Budidaya Kelapa Genjah

Warenk.Mp - Redaksi
Rabu, 06 Agustus 2025, Agustus 06, 2025 WIT Last Updated 2025-08-06T14:56:18Z

 

PT. SPRH Perseroda MoU Bersama ILUNI UI Pusat Dukung Program Budidaya Kelapa Genjah
Gemabanten.com



Rokan Hilir,//Gemabanten.com - Bagansiapiapi – PT. Sarana Pembangunan Rokan Hilir (Perseroda) melakukan MoU dengan Sekjen Pusat ILUNI UI (Ikatan Alumni Universitas Indonesia) saat Pelantikan Pengurus ILUNI UI Provinsi Riau di Pekanbaru, Sabtu (26 Juli 2025) kemaren.Hal ini disampaikan Plt Direktur PT. SPRH PERSERODA - Rahmad Hidayat, S.Si.,M.M saat di konfirmasi wartawan, Selasa malam jam ; 22: 05 wib (5/8/2025).



Kata Rahmad Hidayat, salah satu kesepakatan yang dilakukan adalah dalam rangka mendukung program Budidaya Kelapa Dalam / Kelapa Genjah bersama Kementerian Pertanian RI, dengan cara mengumpulkan data CPCL (Calon Petani Calon Lahan) khususnya di Kabupaten Rokan Hilir.


* Sesuai isi di dalam surat MoU  : 

-Nomor : 500 8.4.3/DISBUN/19/2025- PENTING Lampiran 1  (Satu) Lemba Persiapan CPCL Kegiatan Pengembangan Kawasan Kelapa dalam Mendukung Hilirisasi Tahun 2026 dan 2027Yih(Daftar Terlampir)Tempat Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Ri NomorB-1325/RC.040/E.4/07/2025 tanggal 13 Juli 2025 telah dilaksanakan rapat koordinasi Kegiatan pengembangan Kawasan Kelapa Dalam Mendukung Hilirisasi yang dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 2025.


 Sehubungan hal tersebut, bersama ini disampaikan kepada Saudara beberapa hasil rapat sebagai berikut:

1.Rencananya akan dilaksanakan Pengembangan Kawasan Kelapa Nasional (Kegiatan peremajaan dan Perluasan Kelapa) seluas 184.000 Ha dengan total anggaran sebesar Rp.311 Milyar yang tersebar di 137 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia,yang akan dilaksanakan mulai tahun 2025 (Anggaran Biaya Tambahan (ABT))sampai dengan tahun 2027 melalui dana APBN Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian RL.2.Dalam Program ini,Provinsi Riau mendapatkan target pengembangan kawasan kelapa ( Kegiatan Peremajaan dan Perluasan Kelapa) yang tersebar di 6 (enam). menyebutkan,  mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk mendorong kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat.


” Rencana program kerjasama lainnya, juga dilakukan dengan Sekjen Pusat ILUNI UI, untuk mensupport kemajuan Rokan Hilir di bawah kepemimpinan Bupati Rokan Hilir H. Bistamam dan Wakil Bupati Jhony Charles,” ungkapnya.

Lebih lanjut sebut Plt Direktur PT. SPRH, kerja sama antara PT. Sarana Pembangunan Rokan Hilir (Perseroda) dan Sekjen Pusat ILUNI UI dalam mendukung program Budidaya Kelapa Dalam/Kelapa Genjah bersama Kementerian Pertanian RI merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat Rokan Hilir.


” Kabupaten Rokan Hilir memiliki potensi besar dalam pengembangan agribisnis kelapa, dengan luas lahan yang luas dan kondisi iklim yang mendukung,” paparnya.

Kata Rahmad Hidayat, namun, masih banyak petani yang belum memiliki akses ke teknologi dan informasi yang memadai untuk meningkatkan produksi dan pendapatan mereka.


” Oleh karena itu, kerja sama ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas petani serta pengusaha lokal,” ucapnya.



Kata Rahmat Hidayat, Dinas Perkebunan Provinsi Riau telah menerima surat dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI tentang Persiapan CPCL Kegiatan Pengembangan Kawasan Kelapa Dalam Mendukung Hilirisasi Tahun 2026 dan 2027.

Surat tersebut berisi tentang rencana pengembangan kawasan kelapa nasional seluas 184.000 Ha dengan total anggaran sebesar Rp. 311 Milyar yang tersebar di 137 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Provinsi Riau mendapatkan target pengembangan kawasan kelapa seluas 43.388 Ha yang tersebar di 6 kabupaten sentra kelapa, yaitu:


1. Indragiri Hilir: 36.488 Ha

2. Pelalawan: 1.800 Ha

3. Kepulauan Meranti: 3.000 Ha

4. Bengkalis: 800 Ha

5. Rokan Hilir: 800 Ha

6. Siak: 500 Ha


Dinas Perkebunan Provinsi Riau akan mempersiapkan langkah-langkah strategis dalam memenuhi pencapaian target luas di tahun 2026 yang sudah ditetapkan, antara lain:


– Mengidentifikasi, menginventarisasi, dan memverifikasi calon petani/calon lahan (CP/CL) kegiatan Peremajaan/Perluasan Kelapa di wilayah kerja masing-masing.


– Mempersiapkan infrastruktur dan fasilitas pendukung pengembangan kawasan kelapa.

” Dengan demikian, diharapkan Provinsi Riau dapat memenuhi target pengembangan kawasan kelapa dan mendukung program hilirisasi kelapa yang merupakan salah satu Program Strategis Nasional,” pungkasnya.


Sumber : plt Direktur PT. SPRH,

Makmur