BREAKING NEWS

Proyek Paving Blok Di Kecamatan Mekar Baru Diduga Tidak Sesuai Spek dan Sengaja Abaikan K3

 

Proyek Paving Blok Di Kecamatan Mekar Baru Diduga Tidak Sesuai Spek dan Sengaja Abaikan K3
Gemabanten.com




Tangerang, //Gemabanten.com – Proyek pemeliharaan paving blok di Jalan Penghubung Tamiang–Desa Gandaria, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, yang dikerjakan oleh PT. Lontar Bangkit Jasa, menuai sorotan. Pekerjaan dengan nilai anggaran sebesar Rp99.978.719,00 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang itu diduga tidak sesuai spesifikasi teknis (spek) dan mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).



Lebih memprihatinkan lagi, pekerja di lapangan tidak dibekali Alat Pelindung Diri (APD) sebagai standar K3. Padahal, kewajiban penerapan K3 sudah diatur dalam undang-undang.


Berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan:


Pasal 86 ayat (1): Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja.


Pasal 86 ayat (2): Pelaksanaan perlindungan tersebut wajib dijamin oleh undang-undang.


Pasal 87 ayat (1): Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara terintegrasi.



Hal ini menunjukkan bahwa pelaksana proyek telah mengabaikan kewajiban hukum terkait keselamatan kerja.




Pantauan dari aktivis muda yang turun langsung ke lokasi, terlihat jelas pemasangan paving blok renggang, sebagian material paving dan kastin bahkan sudah hancur namun tetap dipasang. Taburan agregat pun seadanya sehingga hasil pekerjaan terkesan asal-asalan.


"Pemasangan paving blok banyak yang renggang, bahkan material rusak masih dipakai. Jelas ini tidak sesuai spek,” ujarnya.



Saat awak media turun langsung ke lokasi, ditemukan pekerja tidak menggunakan APD, pemasangan paving blok yang tidak rapi, serta material rusak yang tetap dipasang.


"Kami menemukan pekerja tidak menggunakan APD, paving blok dipasang tidak rapi, bahkan material rusak tetap dipakai,” ungkap salah satu awak media yang berada di lapangan, Senin (01/09/2025).



Di tempat yang berbeda Kartusi atau yang sering di sapa Sugeng mengatakan, " Kegiatan tersebut sungguh tidak sesuai dengan teknis dan tidak tercantum Alamat yang jelas RT RW serta panjang dan lebarnya di papan proyek tersebut.



"Diampar batu pun setelah viral berita, Tapi seharusnya di bongkar ulang yang dari Awal, Karena sudah jelas jika turun hujan, jalan yang dilewati kendaraan sudah pasti Amblass." Ucapnya dengan tegas.




Ketika dikonfirmasi, salah seorang pekerja mengaku tidak mengetahui detail proyek.


"Saya tidak tahu kegiatan ini punya siapa, saya hanya bekerja,” ujarnya.



Sementara itu, Kami mencari informasi kepada Ahmad Syafei perihal kegiatan pavingblok tersebut, Dan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp hanya memberikan jawaban singkat:


"Silahkan konfirmasi kepada Haji Cecep bos,” tulisnya.



Namun, ketika awak media mencoba menghubungi Haji Cecep selaku pihak terkait melalui pesan singkat WhatsApp, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban alias memilih bungkam.


Potret Temuan-Temuan Di Lapangan 
Senin, 01/09/2025




Hingga berita ini tayang, baik pihak pelaksana maupun pengawas proyek belum memberikan keterangan yang memuaskan. Untuk itu, awak media mendesak pihak Kecamatan Mekar Baru agar segera turun mengecek dan melakukan audit terhadap kegiatan ini.


Hal ini penting untuk mencegah kontraktor nakal yang mengerjakan proyek pemerintah secara asal-asalan.




Team.

Posting Komentar
ADVERTISEMENT