BREAKING NEWS

Diduga Berkedok Salon, Praktik Prostitusi Menjamur di Citra Raya Panongan, Ini Kata Pemilik Salon Nina

Diduga Berkedok Salon, Praktik Prostitusi Menjamur di Citra Raya Panongan, Ini Kata Pemilik Salon Nina




Tangerang,//Gemabanten.com — Ramainya pemberitaan terkait dugaan praktik prostitusi yang berkedok salon di kawasan Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Senin (26/1/2026), turut menyeret nama Salon Nina. Pemberitaan tersebut disertai foto lokasi Salon Nina, sehingga menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.



Menanggapi hal tersebut, Cici selaku pemilik Salon Nina dengan tegas membantah tudingan bahwa tempat usahanya dijadikan lokasi praktik prostitusi. Ia menegaskan bahwa Salon Nina merupakan usaha jasa kecantikan murni yang telah beroperasi secara legal dan profesional.



Menurut Cici, Salon Nina hanya menyediakan layanan perawatan kecantikan seperti potong rambut, rebonding, colouring, smoothing, masker rambut, semir rambut, creambath, keriting rambut, facial wajah, rapih alis, lulur body spa, makeup wajah, hingga rias pengantin. Tidak ada satu pun layanan yang mengarah pada praktik asusila.



Sebagai bentuk komitmen menjaga etika dan norma, pihak salon juga telah memasang imbauan secara jelas di pintu masuk bertuliskan “Dilarang Berbuat Asusila di Tempat Ini.” Cici menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir apabila ditemukan karyawan yang melanggar aturan tersebut.


“Pemberitaan itu tidak benar. Tempat ini bukan tempat prostitusi, ini murni salon dan spa. Semua layanan kami jelas, mulai dari potong rambut sampai perawatan kecantikan. Kami juga sudah memasang imbauan di pintu masuk ‘Dilarang Berbuat Asusila di Tempat Ini’. Kalau ada karyawan kami yang ketahuan melakukan hal asusila, kami pastikan langsung diberhentikan,” tegas Cici.



Lebih lanjut, Cici juga membantah adanya pihak tertentu yang membekingi atau membackup usaha Salon Nina sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan sebelumnya. Ia mengaku merintis dan membangun usahanya secara mandiri tanpa perlindungan dari pihak mana pun.


“Salon ini saya bangun dengan usaha sendiri, berjuang sendiri, tidak ada yang membackup. Kami hanya ingin bekerja dengan tenang dan mencari nafkah secara halal,” tambahnya.



Cici berharap agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar dan meminta media untuk lebih berimbang serta melakukan klarifikasi sebelum mempublikasikan suatu pemberitaan. Ia juga menyatakan siap bekerja sama dengan aparat maupun pihak terkait apabila diperlukan untuk membuktikan bahwa Salon Nina tidak terlibat dalam praktik prostitusi.



Redaksi

Posting Komentar
ADVERTISEMENT