Waspada Luapan Sungai Cimanceri, Camat Kemiri Pantau Titik Rawan Banjir di Desa Lontar
Kabupaten Tangerang,//Gemabanten.com – Intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang selama seharian penuh kemarin memicu kekhawatiran akan naiknya debit air. Merespons kondisi cuaca ekstrem tersebut, Camat Kemiri Rudi Hadikarsono, S.H, S.IP,M.SI segera turun ke lapangan guna menginspeksi sejumlah lokasi yang dianggap rentan tergenang luapan air, Minggu (4/1).
Salah satu fokus utama dalam pemantauan tersebut adalah Desa Lontar. Wilayah ini mendapat perhatian khusus lantaran letak geografisnya yang bersinggungan langsung dengan aliran Sungai Cimanceri. Pimpinan kecamatan ingin memastikan bahwa infrastruktur pengendali air di area tersebut masih berfungsi optimal guna mencegah terjadinya banjir yang berlebihan.
Dalam kegiatan observasi ini, Camat Kemiri tidak bergerak sendirian. Beliau tampak didampingi oleh jajaran aparatur pemerintah desa setempat, termasuk Sekretaris Desa (Sekdes) Lontar, Eka Komara. Keduanya menyusuri bantaran sungai untuk melihat sejauh mana kenaikan muka air setelah curah hujan yang cukup tinggi melanda kawasan tersebut sepanjang hari kemarin.
Camat Kemiri menyatakan bahwa langkah preventif ini sangat krusial dilakukan demi menjamin keselamatan warga di sekitar daerah aliran sungai. "Kami harus sigap melakukan pemetaan ulang terhadap titik-titik yang memiliki elevasi rendah. Curah hujan yang masif menuntut kita untuk selalu siaga dalam mengantisipasi segala kemungkinan buruk," tegas sang Camat di sela-sela peninjauannya.
Beliau juga menambahkan bahwa koordinasi antar-instansi akan terus diperkuat guna mempercepat proses evakuasi atau penanganan darurat jika sewaktu-waktu debit Sungai Cimanceri meluap melampaui batas normal. Kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama dalam menghadapi siklus cuaca yang tidak menentu saat ini agar dampak kerugian dapat diminimalisir.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa lontar Dodi RS yang diwakili Sekretaris Desa Lontar, Eka Komara, mengungkapkan bahwa pihak desa terus memonitor perkembangan situasi di lingkungan pemukiman penduduk. "Kehadiran Bapak Camat memberikan penguatan bagi kami di tingkat desa. Kami sudah menginstruksikan kepada para ketua RT dan RW untuk melaporkan setiap kenaikan air secara berkala," tutur Eka saat mendampingi rombongan.
Eka juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi internal, termasuk pengecekan saluran drainase di sekitar pemukiman warga Desa Lontar. Sinergi antara pemerintah kecamatan dan desa diharapkan mampu menciptakan sistem peringatan dini yang efektif bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang tepian Cimanceri.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi permukaan air di Sungai Cimanceri terpantau mengalami peningkatan namun masih dalam kategori aman. Meski demikian, seluruh elemen masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai demi kelancaran arus air.
Sumber : Forum Jurnalis Kemiri.
