OMIICC Genap 18 Tahun, Perkuat Kebersamaan dan Kiprah dalam Mendorong Pelayanan Publik Berkualitas
JAKARTA,//Gemabanten.com — Ombudsman Muda Indonesia – Indonesia Crisis Center (OMIICC) memperingati hari ulang tahun ke-18 melalui kegiatan silaturahmi dan diskusi yang digelar di Hotel Balairung Matraman, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus dan anggota OMIICC dari berbagai daerah, mulai dari tingkat Korda Kabupaten hingga Korwil Provinsi. Selain hadir secara langsung, sejumlah pengurus dan anggota juga mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting.
Mengusung momentum HUT ke-18, kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus evaluasi perjalanan organisasi serta pembahasan langkah OMIICC ke depan.
Ketua Umum OMIICC, Prof. OMI.Eng A. Syamsul Ridjal.PIM.MHD.APU, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bertambahnya usia organisasi bukan hanya persoalan angka, tetapi harus menjadi momentum untuk melihat sejauh mana keberadaan OMIICC memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Usia organisasi bukan sekadar hitungan tahun. Yang jauh lebih penting adalah sejauh mana kehadiran organisasi ini memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, OMIICC tidak seharusnya hanya dikenal melalui besarnya kegiatan yang digelar, melainkan melalui pengabdian dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Ia juga mengakui bahwa perjalanan organisasi selama 18 tahun tidak selalu berjalan mudah. Berbagai tantangan, keterbatasan maupun harapan yang belum tercapai menjadi bagian dari proses yang harus dihadapi bersama.
Namun demikian, dirinya menilai organisasi yang kuat bukanlah organisasi yang terbebas dari persoalan, melainkan organisasi yang mampu belajar dari setiap tantangan dan terus melakukan perbaikan.
“Karena itu, saya mengajak seluruh keluarga besar OMIICC menjadikan momentum Hari Ulang Tahun ini sebagai titik awal untuk memperkuat kebersamaan, memperbaiki tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menyusun program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Ketua Umum OMIICC menegaskan pentingnya menjaga independensi, objektivitas serta keberanian dalam menyampaikan kebenaran dengan tetap mengedepankan cara yang santun dan profesional.
Menurutnya, setiap langkah organisasi harus berdasarkan data dan fakta. Hal tersebut dinilai penting karena kepercayaan masyarakat merupakan salah satu aset terbesar yang harus dijaga seluruh jajaran OMIICC.
Ia juga meminta jajaran pengurus di tingkat pusat maupun daerah untuk memperkuat komunikasi, saling mendukung dan mengesampingkan kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Organisasi ini hanya akan maju apabila kita bekerja sebagai satu tim dengan visi yang sama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong agar forum diskusi HUT ke-18 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan gagasan baru, kritik konstruktif serta keputusan strategis yang dapat menjadi pedoman perjalanan organisasi ke depan.
Ia berharap OMIICC dapat terus menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki semangat pengabdian dan kepedulian terhadap kepentingan publik, khususnya dalam mendorong terciptanya pelayanan publik yang berkualitas di Indonesia.
Menutup sambutannya, Ketua Umum OMIICC kembali mengingatkan seluruh jajaran terhadap motto organisasi:
“Bekerja seperti angin, tidak terlihat namun terasa. Bersembunyi di tempat yang terang. Satu komando, satu tujuan.”
Momentum HUT ke-18 tersebut diharapkan menjadi titik penguatan bagi seluruh jajaran OMIICC untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kiprah dan pengabdian kepada masyarakat di berbagai daerah.
Redaksi
