42 SD Negeri Se kecamatan Mandalawangi Ikut Serta dalam Ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Mandalawangi Tahun 2026
Pandeglang - gemabanten.com Festival tunas bahasa Ibu tingkat kecamatan mandalawangi baru saja di lakukan, kegiatan tersebut di ikuti seluruh SD negeri se kecamatan mandalawangi, kamis (17/09/2026),
Pengarusutamaan bahasa Ibu penting dilakukan untuk melestarikan dan membumikannya agar tetap eksis pengarusutamaan bahasa Ibu setidaknya dapat dilakukan di tiga lingkungan yang efektif, yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat
Kordinator Administrasi (Kormin) Pendidikan Kecamatan Mandalawangi, Jaya Rahmat. M.Pd memberikan apresiasi dengan terselenggaranya Festival tunas bahasa Ibu karena ini pasti menjadi salah satu agenda penting dalam menggali dan merawat kecintaan terhadap bahasa Ibu selagi warisan budaya yang sangat berharga sekaligus memupuk rasa bangga akan keberagaman bahasa yang ada di tanah air,
Lebih lanjut Jaya menambahkan saya, menilai Festival ini juga bukan sekedar ajang perlombaan bagi Anak-anak di jenjang SD maupun SMP, karena melainkan peluang untuk mengasah keterampilan berbahasa, kreativitas, dan imajinasi, singkatnya,
Hal yang sama pun di sampaikan ketua PGRI kecamatan mandalawangi, Mahyudin, S.pd marilah kita jadikan momentum hari ini sebagai langkah yang menginspirasi perjalanan pendidikan dan pembelajaran bahasa di provinsi Banten, menuju ke tingkat yang lebih baik,
Karena bahasa Ibu merupakan bahasa pertama yang di kuasai dan di pahami oleh seorang saat dirinya pertama kali mengenal bahasa serta belajar bicara sejak lahir,
Artinya, bahasa yang di pahami dan diucapkan pertama kali oleh seorang itulah yang menjadi bahasa Ibu orang tersebut, lebih luas lagi karena di Indonesia sangat kaya akan bahasa daerah tentunya bahasa Ibu pun sangat berguna,
Karena menurut laboratorium kebhinekaan bahasa dan sastra, bahasa Ibu yang ada di indonesia sebanyak, 718 bahasa maka marilah kita ajak semua pihak melestarikan bahasa Ibu agar tidak punah,
Apalagi di jaman teknologi canggih seperti sekarang ini jangan sampai masyarakat tidak peduli lagi terhadap bahasa budaya kita, Saya berharap untuk terus mempertahankan bahasa leluhur daerah agar tidak tergeser oleh bahasa Indonesia apa lagi bahasa asing pungkasnya,


