BREAKING NEWS

Tak Mampu Beli Beras, Warga Panimbang Mengaku Belum Pernah Dapat Bantuan



Pandeglang -gemabanten.com Di tengah berbagai program bantuan sosial yang terus digulirkan pemerintah, masih ada warga kurang mampu yang mengaku belum pernah merasakan manfaat bantuan tersebut. Kondisi itu dialami Ramah, warga Kampung Cipakis, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, yang mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan untuk membeli beras.

Dengan mata berkaca-kaca, Ramah berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi keluarganya dan memasukkan namanya sebagai penerima bantuan sosial seperti masyarakat lainnya.

“Ya, saya selama sekitar 15 tahun di sini belum pernah dapat bantuan dari pemerintah. Harapan saya tolong kepada pemerintah, saya juga ingin mendapatkan bantuan seperti yang lain,” ujar Ramah sambil meneteskan air mata kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).

Keluhan tersebut dibenarkan oleh tokoh masyarakat setempat, Marsid, yang menyebut Ramah memang selama ini belum pernah menerima bantuan sosial dari program pemerintah.

“Ya benar kang, kebetulan beliau itu tidak pernah mendapatkan bantuan dari program pemerintah apa pun. Untuk terkait data, sepertinya beliau tidak termasuk di DTSEN,” jelas Marsid.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah desa maupun instansi terkait agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat dalam pendataan bantuan sosial.

Warga berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi dan verifikasi ulang data penerima bantuan sosial supaya program bansos benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kurang mampu.

Sementara itu, pihak Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Panimbang, Dedi Alfarisi, saat dikonfirmasi awak media terkait persoalan tersebut belum memberikan tanggapan maupun jawaban resmi hingga berita ini diterbitkan.

Radar Kriminal masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan dan profesionalitas dalam pemberitaan.

(Wawan)

Posting Komentar
ADVERTISEMENT