Yayasan WHN Rintis Sekolah Unggulan SMP, SMK hingga Perguruan Tinggi, Hadirkan Pendidikan Gratis untuk Generasi Masa Depan
PANDEGLANG – gemabanten.com Di tengah tantangan pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah bangsa, langkah besar diambil oleh Yayasan Wasilah H. Nawawi (WHN) dengan merintis pembangunan lembaga pendidikan terpadu mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga perguruan tinggi, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Misbakhul Munir (STIHMM), Sabtu (20/06/2026).
Yayasan WHN yang sebelumnya dikenal sebagai induk dari Pondok Pesantren Wasilatul Bani Nawawi Kuluwut, Desa Harapan Karya, Kecamatan Pagelaran, kini memperluas pengabdiannya melalui pembangunan pusat pendidikan modern yang berlokasi di Jalan Abuya Dimyati Nomor 1, Taragtag Cijango, Kampung Lame Luhur, Desa Karya Utama, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang.
Pembangunan kompleks pendidikan tersebut telah dimulai dan ditargetkan rampung pada pertengahan Juli 2026 sehingga dapat segera digunakan sebagai sarana kegiatan belajar mengajar bagi para siswa dan mahasiswa.
Gedung sekolah yang dirancang dengan konsep bangunan tiga lantai itu diproyeksikan mampu menampung sedikitnya 50 siswa SMP dan 50 siswa SMK pada tahap awal. Untuk jenjang SMK, Yayasan WHN menghadirkan program unggulan di bidang Ilmu Komputer, sebuah langkah strategis dalam menjawab kebutuhan sumber daya manusia di era transformasi digital.
Tidak hanya menghadirkan ruang belajar yang representatif, yayasan juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi peserta didik. Salah satunya adalah penyediaan kendaraan roda empat sebagai sarana antar jemput siswa.
Selain itu, yayasan juga merencanakan pembangunan fasilitas asrama bagi siswa laki-laki yang ingin menempuh pendidikan dengan sistem mondok. Asrama tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter dan pembelajaran keagamaan melalui kegiatan mengaji yang terintegrasi dengan pendidikan formal.
Pendidikan sebagai Jalan Peradaban
Pendiri Yayasan WHN, Dr. C. Misbakhul Munir, SH., MH., menegaskan bahwa kehadiran lembaga pendidikan tersebut merupakan bentuk ikhtiar nyata untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Kami siapkan sekolah ini tanpa adanya pungutan biaya uang pangkal, uang pendaftaran maupun SPP. Harapan kami, tidak ada lagi anak-anak yang harus menghentikan pendidikan hanya karena persoalan biaya. Pendidikan harus menjadi hak setiap anak bangsa,” tegasnya.
Menurutnya, kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas manusia yang dibentuk melalui pendidikan yang bermutu dan berkeadilan.
“Sekolah bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan. Sekolah adalah ruang lahirnya peradaban, tempat tumbuhnya akhlak, kecerdasan, kepemimpinan, dan cita-cita besar untuk masa depan Indonesia,” ujarnya.
Investasi Sosial untuk Masa Depan Bangsa
Kehadiran SMP, SMK dan STIHMM di bawah naungan Yayasan WHN diharapkan menjadi investasi sosial jangka panjang yang mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, menguasai teknologi, sekaligus memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.
Dalam perspektif pembangunan manusia, pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka jalan menuju kemajuan. Karena itu, langkah Yayasan WHN dinilai bukan sekadar membangun gedung sekolah, melainkan membangun harapan dan masa depan.
Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, masyarakat membutuhkan lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan keterampilan kerja, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, integritas, dan tanggung jawab sosial.
Yayasan WHN hadir dengan semangat tersebut: menggabungkan pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan tinggi, serta pembinaan keagamaan dalam satu ekosistem yang bertujuan mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan global.
Filsuf Yunani kuno, Aristoteles, pernah menyatakan bahwa pendidikan adalah bekal terbaik untuk perjalanan menuju masa tua. Dalam konteks kehidupan berbangsa, pendidikan juga merupakan bekal terbaik menuju masa depan peradaban.
Karena itu, pembangunan yang sedang dilakukan Yayasan WHN bukan hanya milik satu lembaga, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan Indonesia yang lebih cerdas, lebih adil, dan lebih bermartabat.
Masyarakat, tokoh pendidikan, dunia usaha, serta para dermawan diajak untuk mendukung lahirnya pusat pendidikan baru ini agar semakin banyak anak-anak Indonesia yang memperoleh kesempatan belajar tanpa hambatan ekonomi.
Sebab ketika satu anak memperoleh pendidikan yang layak, sesungguhnya satu masa depan sedang diselamatkan. Dan ketika pendidikan dibuka seluas-luasnya, peradaban sedang dibangun untuk generasi yang akan datang.
Penulis" Ed/Dang


