Mahasiswa KKN UIN SMH Banten Sambangi UMKM Opak Rumahan, Dorong Digitalisasi dan Sertifikasi Halal
Di tengah teriknya siang menjelang akhir pekan, langkah kaki sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten menyusuri jalan-jalan kecil Desa, Sabtu 18 - Juli - 2026
Wirasinga, Kecamatan Mekarjaya, menuju sebuah rumah sederhana yang menyimpan cerita panjang tentang usaha turun-temurun. Di sanalah, aroma khas singkong yang digoreng renyah menjadi opak menyambut kedatangan mereka.
Kegiatan hari itu difokuskan pada observasi salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) rumahan yang bergerak di bidang produksi opak berbahan dasar singkong. Kunjungan ini menjadi langkah awal mahasiswa untuk memahami secara mendalam bagaimana roda usaha kecil ini berjalan, sekaligus menggali potensi yang bisa dikembangkan lebih jauh.
Usaha Kecil dengan Cita Rasa Besar
Dari hasil observasi, diketahui bahwa UMKM tersebut secara rutin memproduksi sekitar 50 ikat opak, dengan setiap ikat berisi 20 keping opak yang diolah langsung dari singkong pilihan. Proses produksinya masih dilakukan secara tradisional, mengandalkan keterampilan tangan yang diwariskan turun-temurun, menghasilkan opak dengan cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Namun di balik kelezatan dan konsistensi produksinya, mahasiswa menemukan satu tantangan besar: pemasaran yang masih sangat terbatas. Selama ini, konsumen opak rumahan tersebut kebanyakan berasal dari kalangan yang sudah saling mengenal saja, baik tetangga, kerabat, maupun pelanggan lama yang datang dari mulut ke mulut. Padahal, dengan kualitas rasa yang dimiliki, produk ini sebenarnya berpotensi menjangkau pasar yang jauh lebih luas.
Membuka Jalan Menuju Digitalisasi
Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif mengajak pelaku usaha untuk mulai melirik digitalisasi sebagai jalan keluar dari keterbatasan pasar. Melalui perbincangan hangat yang berlangsung di teras rumah produksi, mahasiswa memperkenalkan gagasan sederhana namun berdampak besar, seperti pemasaran melalui media sosial, foto produk yang lebih menarik, hingga kemasan yang lebih layak jual agar opak rumahan ini bisa dikenal oleh konsumen yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada lingkaran kenalan semata.
Ajakan ini disambut dengan antusiasme oleh pemilik usaha, yang selama ini belum banyak tersentuh pengetahuan mengenai pemasaran digital. Bagi mahasiswa, momen ini menjadi bukti bahwa perubahan kecil sekalipun dapat membuka peluang besar bagi kemajuan usaha rumahan di pedesaan.
Langkah Lanjutan Menuju Sertifikasi Halal
Tidak berhenti di situ, mahasiswa juga melanjutkan diskusi dengan mengangkat pentingnya sertifikasi halal bagi produk UMKM. Sertifikasi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang agar opak rumahan dapat dipasarkan lebih luas, termasuk ke toko-toko maupun platform penjualan yang mensyaratkan label halal resmi.
Mahasiswa memberikan pemahaman mengenai alur dan manfaat pengurusan sertifikasi halal, sekaligus menyatakan kesiapan untuk mendampingi proses tersebut selama masa KKN berlangsung. Langkah ini diharapkan dapat menjadi bekal jangka panjang bagi pelaku usaha, bukan hanya sekadar program sementara yang berhenti ketika masa pengabdian mahasiswa usai.
Menumbuhkan Harapan Baru bagi UMKM Desa
Kunjungan dan diskusi hari itu menjadi penanda awal dari komitmen mahasiswa KKN UIN SMH Banten dalam mendampingi UMKM opak rumahan Desa Wirasinga menuju arah yang lebih maju. Dengan sentuhan digitalisasi dan legalitas sertifikasi halal, produk opak yang selama ini hanya dikenal segelintir orang, diharapkan dapat menjelma menjadi produk unggulan desa yang mampu bersaing dan dikenal luas oleh masyarakat.
Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, sekaligus membuktikan bahwa sinergi antara dunia akademik dan usaha rumahan mampu melahirkan perubahan yang berarti, sekecil apa pun langkah awalnya.**
