Raih Penghargaan Bupati Pandeglang, Perkuat Komitmen Dorong Indeks Pembangunan Literasi
PANDEGLANG — gemabanten.com Kiprah dan dedikasi dalam mengembangkan gerakan literasi di Kabupaten Pandeglang mendapat apresiasi. Asep Saya Hidayatullah, putra Mandalawangi yang sehari-hari bertugas sebagai guru di MIN 2 Pandeglang, Founder TBM Al-Latif Mandalawangi, founder GELIMANG ( Gerakan Literasi Masyarakat Pandeglang) sekaligus Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Pandeglang, menerima penghargaan dari Bupati Kabupaten Pandeglang.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir kepala perpustakaan Nasional, bupati Pandeglang, sekda kabupaten Pandeglang, para kepala Dinas organisasi perangkat daerah pandeglang , wakil ketua DPRD, para relawan / pengelola Taman Bacaan Masyarakat, RELIMA ( Relawan Literasi Masyarakat), para undangan academisi pelajar sebagainya
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dan dedikasinya dalam menggerakkan budaya literasi, baik di lingkungan pendidikan maupun di tengah masyarakat.
Bagi Asep, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi energi dan motivasi untuk terus memperluas gerakan literasi agar dapat menjangkau berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Pandeglang.
Komitmen Mendorong Pembangunan Literasi
Sebagai pendidik sekaligus pegiat literasi, Asep Saya Hidayatullah menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kabupaten Pandeglang.
Menurutnya, pembangunan literasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, sekolah dan madrasah, TBM, keluarga, komunitas, serta masyarakat perlu berjalan bersama agar budaya literasi dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Penghargaan ini tentunya menjadi penyemangat bagi saya untuk terus menebarkan literasi di semua kalangan masyarakat. Apa yang kita lakukan hari ini mudah-mudahan bisa memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan indeks pembangunan literasi di Kabupaten Pandeglang,” ungkap Asep.
Ia menilai keberadaan TBM memiliki posisi penting sebagai ruang belajar masyarakat. TBM tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga dapat menjadi ruang bertemu, berdiskusi, mengembangkan kreativitas, memperoleh pengetahuan, serta melahirkan berbagai kegiatan positif bagi masyarakat.
Karena itu, penguatan jejaring antar-TBM menjadi salah satu hal yang terus didorong melalui Forum TBM Kabupaten Pandeglang.
Membawa Semangat “GAJI SAJUTA”
Dalam menjalankan gerakan literasi, Asep membawa sebuah semangat yang disebut “GAJI SAJUTA”.
GAJI SAJUTA merupakan singkatan dari: Gerakan, Adaptif, Jaringan, Inovatif, Sabar, Jujur, Tawakal,. Semangat tersebut menjadi nilai yang ingin ditanamkan dalam gerakan literasi, khususnya kepada para pegiat TBM di Kabupaten Pandeglang.
Gerakan literasi harus terus berjalan secara nyata. Para pegiat literasi dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, membangun jaringan dan kolaborasi, serta menghadirkan berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Namun, di tengah berbagai tantangan, semangat tersebut juga harus dibarengi dengan kesabaran, kejujuran, dan ketawakalan dalam menjalankan setiap proses.
“GAJI SAJUTA bukan sekadar slogan. Ini adalah semangat untuk terus bergerak bersama. Kita harus adaptif, memperkuat jaringan, terus berinovasi, sabar dalam proses, jujur dalam pengabdian, dan tawakal kepada Allah SWT,” tutur Asep.
Dari Madrasah untuk Masyarakat
Sebagai guru MIN 2 Pandeglang, Asep juga melihat bahwa gerakan literasi harus terus diperkuat dari lingkungan pendidikan.
Madrasah dan sekolah dapat menjadi salah satu pusat tumbuhnya budaya membaca, menulis, berpikir kritis, berkarya, dan berbagi pengetahuan.
Namun, gerakan tersebut tidak berhenti di lingkungan sekolah. Semangat literasi juga harus dibawa ke tengah masyarakat melalui TBM dan berbagai komunitas yang hadir di setiap wilayah.
Dengan pengalaman sebagai Founder TBM Al-Latif Mandalawangi dan Ketua Forum TBM Kabupaten Pandeglang, Asep berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam membangun ekosistem literasi di Pandeglang.
Menurutnya, peningkatan indeks pembangunan literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak,
Akan tetapi merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan kolaborasi dan komitmen berkelanjutan.
Penghargaan Menjadi Awal untuk Terus Bergerak
Penghargaan dari Bupati Kabupaten Pandeglang menjadi momentum bagi Asep Saya Hidayatullah untuk semakin memperkuat pengabdiannya di bidang literasi.
Ia berharap penghargaan tersebut juga dapat menjadi motivasi bagi para guru, pengelola TBM, pegiat literasi, komunitas, dan masyarakat untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan literasi yang memberikan manfaat nyata.
“Semoga penghargaan ini bukan menjadi akhir, tetapi menjadi awal untuk terus bergerak. Mari kita bersama-sama membangun budaya literasi dari lingkungan masing-masing. Dari madrasah, dari TBM, dari keluarga, dan dari masyarakat,” pungkasnya.
Dengan semangat GAJI SAJUTA — Gerakan, Adaptif, Jaringan, Inovatif, Sabar, Jujur, Tawakal, Asep Saya Hidayatullah berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam perjalanan gerakan literasi di Kabupaten Pandeglang.
Dari Mandalawangi untuk Pandeglang. Dari literasi, membangun masyarakat yang terus belajar dan berkembang. Tutupnya
Reporter " Herlan

