BREAKING NEWS

Dugaan Ketidaksesuaian Standar, Operasional Dapur MBG SPPG Surianeun Patia Distop Sementara




Pandeglang — gemabanten.com Operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola SPPG Surianeun Patia di bawah naungan Yayasan Cahaya Anagata Nusantara dilaporkan dihentikan sementara. Penghentian ini diduga berkaitan dengan temuan indikasi ketidaksesuaian standar pengelolaan serta distribusi menu kepada penerima manfaat, Kamis (23/04/2026).


Sejumlah informasi yang dihimpun menyebutkan, menu MBG yang diterima oleh sebagian warga sebelumnya dikemas menggunakan kantong plastik. Selain itu, terdapat dugaan kondisi dapur yang belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Namun demikian, hingga kini belum terdapat keterangan resmi yang menyatakan adanya pelanggaran definitif.


Seorang penerima manfaat di wilayah Ciawi, yang enggan disebutkan identitasnya, mengaku tidak lagi menerima distribusi makanan dalam beberapa hari terakhir. Ia menduga hal tersebut berkaitan dengan informasi awal yang disampaikannya kepada pihak luar.


“Beberapa hari ini kami tidak menerima lagi paket MBG. Saya tidak tahu pasti penyebabnya, tetapi sebelumnya memang sempat menyampaikan kondisi kemasan makanan,” ujarnya kepada wartawan.


Sementara itu, Koordinator Kecamatan SPPG Patia, Fikri, membenarkan adanya penghentian sementara aktivitas dapur tersebut. Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari proses evaluasi yang tengah berlangsung.


“Dapur untuk sementara dihentikan operasionalnya. Informasi ini sudah disampaikan kepada pihak deputi pemantauan dan pengawasan di Serang,” kata Fikri saat dihubungi, Rabu (22/4).


Ia menambahkan, hingga saat ini surat keputusan resmi terkait penghentian operasional masih dalam proses. Meski demikian, hasil evaluasi awal mengarah pada perlunya pembenahan infrastruktur dapur.


“Untuk surat resmi memang belum keluar. Namun, dari hasil evaluasi sementara, penghentian ini direncanakan berlangsung sekitar satu bulan dengan tujuan perbaikan fasilitas dapur,” ujarnya.


Pihak terkait belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai detail temuan maupun standar teknis yang menjadi acuan evaluasi. Upaya konfirmasi kepada pengelola Yayasan Cahaya Anagata Nusantara juga masih dilakukan.


Situasi ini menjadi perhatian mengingat Program MBG merupakan salah satu inisiatif strategis dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan di lapangan diharapkan tetap mengacu pada standar keamanan pangan dan kelayakan distribusi.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Badan Gizi Nasional terkait status akhir operasional dapur tersebut. Proses klarifikasi dan evaluasi masih berlangsung dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.


*Penulis' Red/Tim

Posting Komentar
ADVERTISEMENT