Deklarasi BPPKB HDS di Pandeglang, Ribuan Anggota Hadir, 2.000 Anak Yatim Disantuni
PANDEGLANG, BANTEN —gemabanten.com- Ribuan pengurus dan anggota Barisan Perubahan Pemersatu Keluarga Besar Banten (BPPKB HDS) menghadiri deklarasi organisasi yang digelar di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan tersebut dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dan pemberian santunan kepada 2.000 anak yatim.minggu (27/9/2026).
Deklarasi dihadiri sejumlah unsur pemerintahan, TNI, Polri, instansi, serta elemen masyarakat. Kehadiran anggota dari berbagai wilayah menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus mempererat silaturahmi antarpengurus dan anggota.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin Kasubdit PID AKBP Jajang Hasan Basri, S.Ag., M.Si. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Peringatan Maulid menjadi momentum untuk menyampaikan pesan mengenai persaudaraan, kepedulian terhadap sesama, dan pentingnya membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan deklarasi BPPKB HDS dan pemberian santunan kepada 2.000 anak yatim.
Ketua Umum BPPKB HDS, Dr. H. Adi Kurnia, S.H., M.H., mengatakan deklarasi tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial organisasi. Menurut dia, keberadaan organisasi harus diwujudkan melalui kepedulian dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Terlebih dahulu kita melaksanakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah dan santunan anak yatim sebanyak 2.000 orang,” ujar Adi Kurnia dalam sambutannya.
Ia menilai pemberian santunan kepada 2.000 anak yatim memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar jumlah penerima.
“Bagi saya selaku Ketua Umum, dua ribu anak yatim itu bukan sekadar angka. Ini tentang sebuah harapan masa depan anak-anak kita,” tuturnya.
Menurut Adi, kepedulian terhadap anak-anak yatim merupakan bagian dari semangat sosial yang ingin dibangun melalui keberadaan BPPKB HDS.
Dalam kesempatan tersebut, Adi juga menjelaskan bahwa BPPKB HDS merupakan singkatan dari Barisan Perubahan Pemersatu Keluarga Besar Banten. Organisasi itu disebut lahir pada 20 Mei 2026 dengan membawa semangat perubahan dan persatuan keluarga besar Banten.
Ia mengatakan BPPKB HDS diharapkan dapat mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
“Pesan moral yang akan saya sampaikan adalah BPPKB HDS Banten ini hadir untuk memberikan solusi. Barisan Perubahan Pemersatu Keluarga Besar Banten, yang disingkat BPPKB HDS, hadir untuk ikut memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi, baik di lingkungan maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Adi.
Pesan tersebut disampaikan di hadapan ribuan anggota dan tamu undangan yang mengikuti deklarasi.
Adi menekankan organisasi masyarakat yang dibangun harus mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Jadi kita ini hadir bukan menjadi organisasi yang justru menjadi beban permasalahan negara dan bangsa,” tegasnya.
Menurut dia, BPPKB HDS ingin menempatkan organisasi sebagai wadah persaudaraan dan kebersamaan sekaligus ruang untuk menjalankan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Semangat tersebut antara lain diwujudkan melalui pemberian santunan kepada 2.000 anak yatim dalam rangkaian deklarasi.
Ribuan pengurus dan anggota BPPKB HDS dari berbagai wilayah mengikuti rangkaian acara deklarasi di Pandeglang.
Kehadiran anggota dalam jumlah besar menjadi momentum konsolidasi sekaligus memperkuat komunikasi antara jajaran pengurus dan anggota organisasi.
Deklarasi juga menjadi kesempatan bagi BPPKB HDS untuk memperkenalkan identitas dan arah organisasi kepada masyarakat. Persatuan, kebersamaan, serta kepedulian sosial menjadi pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Keterlibatan unsur pemerintahan, TNI, Polri, instansi, dan berbagai elemen masyarakat juga menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi dalam deklarasi.
Pemberian santunan kepada 2.000 anak yatim menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut.
BPPKB HDS menyebut kegiatan sosial itu sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Pesan mengenai masa depan anak-anak juga menjadi bagian penting dalam sambutan Ketua Umum BPPKB HDS.
Ketika menyebut 2.000 anak yatim bukan sekadar angka, Adi Kurnia menekankan pentingnya melihat kegiatan tersebut sebagai bagian dari kepedulian terhadap generasi penerus.
Deklarasi di Kabupaten Pandeglang menjadi momentum bagi BPPKB HDS untuk memperkenalkan keberadaan organisasi sekaligus menyampaikan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat.
Semangat perubahan, persatuan, kepedulian sosial, dan kebersamaan menjadi pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Organisasi itu menyatakan keberadaannya diharapkan dapat diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“BPPKB HDS Banten ini hadir untuk memberikan solusi,” ujar Adi Kurnia.
Deklarasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan awal BPPKB HDS yang disebut berdiri pada 20 Mei 2026. Kehadiran ribuan anggota, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, serta santunan kepada 2.000 anak yatim menjadi rangkaian utama dalam kegiatan di Pandeglang.
BPPKB HDS menyatakan akan membawa semangat perubahan dan persatuan melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan serta membangun kepedulian di berbagai wilayah Banten,
Reporter: Herlan
